Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kongkalikong Bupati Banjarnegara dalam Atur Proyek Diusut KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 620 2495940 kongkalikong-bupati-banjarnegara-dalam-atur-proyek-diusut-kpk-iF5DRzLXpK.jpg Ilustrasi korupsi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengulik persekongkolan jahat atau kongkalikong antara Bupati nonaktif Banjarnegara, Budhi Sarwono (BS) dengan sejumlah pengusaha.

Kongkalikong itu diduga berkaitan pengaturan proyek yang akan diberikan ke sejumlah pengusaha di Banjarnegara. Demikian diungkap KPK setelah memeriksa dua saksi kasus dugaan korupsi terkait pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan sejumlah penerimaan gratifikasi.

Dua saksi tersebut yakni, ULP, Erwin dan seorang pihak swasta, Budi Gunawan.

Baca juga: KPK Bentuk Direktorat Antikorupsi Badan Usaha, Cegah Rasuah di Sektor Swasta


Baca juga: KPK Selidiki Dugaan Pemberian Fasilitas untuk Pejabat Kuansing Urus Izin Sawit

"Para saksi hadir dikonfirmasi antara lain terkait dengan cara mendapatkan proyek pekerjaan di Pemkab Banjarnegara yang diduga dengan melakukan pendekatan khusus disertai dengan komitmen pemberian fee pada tersangka BS melalui tersangka KA," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (3/11/2021).

KPK sendiri telah menetapkan Bupati nonaktif Banjarnegara, Budhi Sarwono (BS) dan orang kepercayaannya, Kedy Afandi (KA) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan sejumlah penerimaan gratifikasi.

Dalam perkaranya, Budhi diduga memerintahkan Kedy untuk mengatur proyek pekerjaan infrastruktur di Banjarnegara. Budhi juga diduga mengarahkan Kedy untuk menetapkan adanya komitmen fee terhadap para pengusaha yang ingin menggarap proyek infrastruktur di Banjarnegara.

Tak hanya itu, Budhi juga diduga berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan infrastruktur. Diantaranya, membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR dengan mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

Salah satu perusahaan milik keluarga Budhi yang ikut dalam proyek infrastruktur di Banjarnegara yakni PT Bumi Redjo. Budhi diduga telah menerima komitmen fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara, sekitar sejumlah Rp2,1 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini