Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Omicron, Ini 2 Alasan Varian Covid-19 Masih Bermunculan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 620 2512572 heboh-omicron-ini-2-alasan-varian-covid-19-masih-bermunculan-YCbtnMRcZG.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

MUNCULNYA varian Omicron mutasi Covid-19 di Afrikan Selatan menghebohkan dunia. Hal ini karena Omicron disebut memiliki kemampuan untuk menyebar lebih cepat daripada varian Delta.

Selain itu Omicron juga juga diprediksi berpotensi menjadi varian dominan. Bagi sebagian masyarakat mungkin hadirnya varian baru Covid-19 ini adalah hal biasa, namun bagi sebagian lainnya tentu hal ini tampak aneh. Tak sedikit orang bertanya-tanya mengapa varian Covid-19 masih bermunculan terus?

Varian Omicron

Merangkum dari laman Instagram resmi Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku @satgasperubahanperilaku, Senin (6/12/2021), perlu diketahui bahwa mutasi virus terjadi karena virus beradaptasi dengan lingkungannya. Potensi mutasi virus meningkat saat terjadi lonjakan kasus.

Berikut dua penjelasan yang bisa menjabarkan bagaimana bisa terbentuk varian baru Covid-19?

Varian Omicron

1. Tingginya jumlah kasus meningkatkan risiko untuk virus mengalami mutasi

Semakin tinggi penyebaran virus Covid-19 terjadi, maka kemungkinan semakin besar virus bermutasi. Oleh sebab itu salah satu cara untuk mengatasinya adalah memutus rantai penularan.

Jika kita dapat mutus rantai penularan dengan cepat, maka penularan tidak akan terjadi dan risiko virus bermutasi akan semakin kecil.

Baca Juga : Beda Gejala Varian Omicron pada Orang Sudah Divaksin dengan yang Belum

Baca Juga : Varian Omicron Lebih Mudah Serang Balita dan Anak-Anak?

Varian Omicron

2. Beberapa mutasi virus menghasilkan varian baru Covid-19 lainnya

Virus mengalami mutasi sebagai bentuk untuk mempertahankan diri. Mutasi terjadi pada gen protein spike. Di mana protein spike digunakan sebagai kunci untuk membantu virus masuk ke dalam sel manusia.

Oleh sebab itu, penelitian terhadap perubahan protein spike terus dilakukan oleh peneliti.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini