Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tantangan BUMN Atasi Perubahan Iklim

Antara, Jurnalis · Minggu 19 Desember 2021 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 19 620 2519240 tantangan-bumn-atasi-perubahan-iklim-ZNBpzhPuUd.jpg Perubahan Iklim (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah diharapkan bisa memberi dukungan kepada BUMN yang fokus dalam penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) tersebut dengan mengalokasikan pajak karbon dan berbagai insentif perpajakan kepada BUMN yang konsisten melakukan perubahan bisnis ke arah zero emmissions.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mendukung upaya BUMN dalam memperbanyak model inovasi bisnis, termasuk perubahan operasional perusahaan dengan bahan baku yang ramah lingkungan. Perubahan tersebut dinilai merupakan langkah nyata BUMN dalam mengikuti standar ESG.

"Perubahan operasional perusahaan dengan bahan baku yang ramah lingkungan, penggunaan administrasi paperless, serta mengikuti standar ESG yang lebih tinggi merupakan langkah nyata BUMN," ujarnya di Jakarta seperti dilansir Antara, Jakarta, Minggu (19/12/2021).

Baca Juga: Soal Pajak Karbon, Sri Mulyani: Bukan Saya Ngamuk Segala Dipajaki

Dia menilai Pertamina bisa menjadi penggerak dalam agenda mitigasi perubahan iklim. Hal itu dikatakannya, terkait sikap BUMN tersebut, yang berkomitmen penuh dalam penerapan aspek Environmental, Social & Governance (ESG), termasuk yang dilakukan antara lain dengan memperbanyak model inovasi bisnis.

“Sebagai BUMN energi, Pertamina harus menjadi garda terdepan dalam perubahan iklim,” katanya.

Pertamina bisa memulai dari pengembangan bisnis energi baru terbarukan (EBT), sehingga diharapkan sektor tersebut lebih berkontribusi dalam meningkatkan kinerja keuangan Pertamina.

"Pengembangan EBT bisa menjadikan porsi pendapatan dari bisnis itu cukup dominan," katanya melalui keterangan tertulis.

Mengenai inovasi bisnis seperti yang dilakukan Pertamina, menurut Bhima memang sudah seharusnya dilakukan, karena bisnis harus inovatif dan bisa mengadopsi teknologi terbaru yang semakin hemat energi dan efisien.

Dikatakannya, setiap penghematan di rantai pasok akan memberikan keuntungan bagi perusahaan serta terciptanya kepercayaan dari konsumen maupun investor sehingga dalam jangka panjang, ESG akan mendorong inovasi ke arah digital yang masif di seluruh operasional usaha.

“Ini akan berdampak pada trust konsumen yang lebih tinggi. Dan investor akan menambah modal ke BUMN dalam rangka melakukan ekspansi. Untuk itu, seluruh BUMN memang sebaiknya menerapkan standar ESG secepatnya,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini