Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantongi Izin BPOM, Zifivax Jadi Vaksin Booster

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 620 2529919 kantongi-izin-bpom-zifivax-jadi-vaksin-booster-fzhl3fF0AV.jpeg Vaksin zifivax jadi vaksi booster (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Vaksin Zifivax mengantongi izin penggunaan atau Emergency Use Authorization (EUA) sebagai booster vaksin Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Vaksin Zifivax menjadi vaksin halal yang mendapat izin penggunaan dari BPOM sebagai vaksin primer maupun vaksin booster Covid-19 di Indonesia.

"Ini kabar baik untuk penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Semoga kehadiran Zifivax dapat dimanfaatkan untuk percepatan pemulihan semua yang terdampak pandemi, khususnya ekonomi dan aktivitas sosial," kata Direktur Pemasaran dan Kemitraan PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBio) Chairuddin Yunus, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Vaksin Merah Putih Ditargetkan Masuk Uji Klinik Februari 2022

Zifivax merupakan vaksin yang dikembangkan dan diproduksi oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical dengan platform rekombinan protein sub-unit. Ke depan, vaksin Zifivax akan dikembangkan dan diproduksi di Indonesia melalui kolaborasi produksi antara PT Jakarta Biopharmaceutical Industry dan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

"Vaksin Zifivax juga telah mendapatkan sertifikat halal dan suci dari LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI)," ungkap Chairuddin.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil uji klinis, vaksin Zifivax juga terbukti sangat aman digunakan dengan efek samping yang ringan, hasil imunogenisitas yang tinggi, dan efektif melawan mutasi virus Covid-19.

Baca Juga: Kabar Baik, Vaksin Sinovac Masih Manjur Lawan Omicron

Uji klinis booster untuk vaksin Zifivax sudah dilakukan di China, hasilnya vaksinasi booster dengan Zifivax terhadap subjek yang telah disuntik dengan dua kali inactivated vaccine mampu meningkatkan antibodi hingga 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan hasil vaksin booster dengan inactivated vaccine.

Berdasarkan hasil studi lainnya juga ditemukan bahwa vaksin Zifivax mampu meningkatkan kadar neutralizing antibody pada subyek yang tingkat kekebalannya mulai menurun hingga hampir 50 kali lipat.

"Dengan demikian, vaksin Zifivax aman dan baik digunakan sebagai dosis utama maupun dosis penguat atau booster," sambung Chairuddin.

Sementara itu, Direktur operasional PT. Biotis Pharmaceuticals Idonesia (Biotis) Rakesh Deoddut menyatakan, vaksin Zifivax telah siap diproduksi Fill and Finished di Pabrik PT. Biotis yang berlokasi di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Persiapan PT. Biotis sudah rampung setelah 5 bulan terakhir secara intens melakukan kerjasama dengan PT. JBio dan Anhui Loncom China. Sudah mulai melakukan transtech dengan Anhui sejak 5 bulan lalu. Seluruh protokol operasi Quality dan Produksi serta handling transfer bulk vaksin Zifivax telah dipersiapkan dengan matang.

Menurut Rakesh, Anhui dalam waktu dekat akan mengirimkan 9 orang tenaga ahli dk bidang quality dan produksi untuk membantu Tim Biotis dan JBIO. Sehingga proses alih teknologi untuk produksi vaksin zifivax benar-benar terjadi di Indonesia.

Menurut Rakesh, proses produksi fill and finished batch pertama sudah dapat dilakukan pada minggu terakhir Bulan Januari 2022. Sesuai dengan time line produksi perusahaan, produksi secara komersial akan dimulai pertengahan Februari 2022 dengan kapasitas fill and finished PT. Biotis saat ini berada disekitar 30 juta dosis per bulan atau 360 juta dosis per tahun.

"Kapasitas ini akan terus kami tingkatkan sejalan dengan rencana produksi Vaksin Covid-19 platform inactivated Merah Putih hasil kerjasama dengan UNAIR yang akan dilakukan sekitar bulan Juni atau Juli dan Agustus 2022. Secara prinsip kami selaku perusahaan swasta nasional telah siap berkontribusi membantu pemerintah untuk penyediaan vaksin Covid-19 dan vaksin lainnya. Sesuai dengan komitmen kami adalah ingin menjadi perusahaan terkemuka di bidang farmasi yang memberikan makna bagi Indonesia," tutup Rakesh.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini