Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB Janji Hunian Sementara Korban Semeru Rampung dalam 2 Bulan

Kiswondari, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 620 2534154 bnpb-janji-hunian-sementara-korban-semeru-rampung-dalam-2-bulan-gArJRvVDmC.jpg Desain hunian sementara (Foto: Tangkapan layar/Kiswondari)

JAKARTA – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan sudah menyiapkan sekira 81 hektare lahan dalam bentuk hamparan untuk warga korban bencana Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Lahan itu difungsikan untuk sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

Sebagian lahan sudah dibangun huntara oleh NGO yang dana pembangunannya tersimpan di rekening Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berasal dari 40 organisasi.

“Di sana sudah siap 81 hektare, sudah dalam bentuk hamparan, sudah dibangun huntara oleh NGO, anggaran saat ini ditampung dalam rekening Baznas dengan total donatur tidak kurang dari 40 organisasi,” kata Suharyanto Dalam Rapat kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selasa (18/1/2022).

Baca Juga:  Sistem Peringatan Dini di Gunung Semeru Tak Sebaik Merapi

Suharyanto menguraikan, setiap KK akan mendapatkan alokasi lahan 10x14 meter atau 140 meter, bagian belakang dibangun huntara berukuran 6x4,8 meter, sedangkan huntap berukuran 6x6 meter akan dibangun di bagian depan. Ia pun menjanjikan bahwa warga sudah bisa menempati huntara 2 bulan lagi atau sebelum hari raya Idul Fitri 2022.

“Dalam waktu 2 bulan ini 1.956 bisa pindah ke huntara, sambil menunggu huntap BNPB menyiapkan dana siap pakai di situ, yang membangun huntap adalah PUPR,” ujarnya.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Terpantau Setinggi 1.500 Meter

Selain hunian, dia menambahkan, ada sarana prasarana pendukung lainnya, misalnya ada pasar dan juga fasilitas kesehatan. Suharyanto pun menunjukkan gambar lahan dan huntara yang sudah dibangun.

“Ini tanahnya sudah rapi, huntaranya sudah dibangun dengan rekan-rekan. Yang ingin melihat ke sana akan kami fasilitasi. Huntara dan huntap menyatu menjadi satu,” imbuh Suharyanto.

(Ari)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini