Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Proyeksi Puncak Musim Kemarau di Sebagian Wilayah DKI Jakarta Terjadi pada Juli 2022

Binti Mufarida, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2022 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 620 2567703 bmkg-proyeksi-puncak-musim-kemarau-di-sebagian-wilayah-dki-jakarta-terjadi-pada-juli-2022-Rg5fBWj5rr.jpg Ilustrasi musim kemarau. (Foto: Freepik)

JAKARTA -  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan jika puncak musim kemarau di sebagian wilayah DKI Jakarta akan terjadi pada bulan Juli 2022.

“Puncak prakiraan musim kemarau 2022 di wilayah DKI Jakarta pada bulan Juli meliputi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur bagian utara, Jakarta pusat bagian utara, Jakarta Barat bagian utara,” kata Forecaster Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, Yuningsih saat Konferensi Pers secara virtual terkait Prakiraan Musim Kemarau Provinsi Banten dan DKI Jakarta 2022, Jumat (25/3/2022).

Sementara itu, Yuningsih mengungkapkan puncak musim kemarau di wilayah DKI Jakarta pada bulan Agustus meliputi Jakarta Pusat kecuali bagian utara, Jakarta Timur bagian barat, Jakarta Selatan bagian tengah, timur, barat, dan utara, kemudian Jakarta Barat Barat kecuali bagian utara.

“Kemudian puncak musim pada bulan September meliputi wilayah Jakarta Timur bagian tengah, timur, tenggara, selatan, barat daya, kemudian Jakarta Selatan bagian selatan,” papar Yuningsih.

Kondisi kemarau ini, kata Yuningsih berdasarkan dari analisis El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), dimana ENSO menunjukkan La Nina moderate dan berangsur menuju netral mulai dari April hingga Juni 2022. Sedangkan IOD menunjukkan kondisi netral dan diperkirakan akan berada pada kondisi netral dan IOD mode negatif pada April hingga Agustus 2022.

Sebelumnya, BMKG juga telah merilis prakiraan musim kemarau di wilayah Indonesia yang berdasarkan luas Zona Musim (ZOM), awal musim kemarau 2022 di sebagian besar wilayah Indonesia yakni diprakirakan terjadi pada bulan Juni dan Juli 2022.

Apabila dibandingkan dengan rata-rata awal musim kemarau periode 1991-2020, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami awal musim kemarau 2022 mundur terhadap rata-ratanya 52,7%, sedangkan maju terhadap rata-ratanya 28,1% dan sama dengan rata-ratanya 19,2%.

Yuningsih pun meminta pada periode peralihan musim perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, puting beliung, petir, hujan es yang bisa terjadi pada periode tersebut. “Tetap waspada terhadap musim kemarau yang akan datang lebih cepat dari masa normalnya,” paparnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini