Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekan Angka Stunting, Konsumsi Beras dan Terigu Harus Diturunkan

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 05 Juni 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 05 620 2605875 tekan-angka-stunting-konsumsi-beras-dan-terigu-harus-diturunkan-naYDzEArkc.jpg Ilustrasi Stunting. (Foto: Shutterstock)

DATA Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen. Angka ini memang mengalami penurunan sebesar 3,3 persen dari 27,7 persen pada tahun 2019.

Komitmen pemerintah dalam mengurangi stunting memang cukup tinggi, lantaran stunting dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Pasalnya, di atas 70 persen kejadiannya disebabkan oleh pola hidup, seperti konsumsi pangan dan aktivitas fisik.

Untuk mengatasi memenuhi gizi seimbang, konsumsi aneka ragam bahan pangan yang diolah jadi menu menarik bisa menjadi solusi memenuhi gizi keluarga.

Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin, salah satunya dengan mengonsumsi makanan tambahan bergizi yang cukup.

“Masyarakat harus meningkatkan konsumsi protein hewani, kacang-kacangan, umbi-umbian, buah dan sayur, sedangkan yang harus diturunkan adalah konsumsi beras dan terigu," kata Ali seperti dilansir dari Antara.

Selain itu, ia menyarankan untuk mengonsumsi jus kacang hijau yang dapat meningkatkan berat badan balita, sedangkan tempe meningkatkan berat badan pada balita umur 12-18 bulan.

Sarapan juga berkontribusi 30 persen dari kebutuhan gizi. Sarapan bergizi seimbang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, serta sayur dan buah dapat meningkatkan asupan gizi seimbang.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat terjadinya penurunan angka stunting. Konsumsi ikan tinggi Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung menunjukkan angka stunting di wilayah tersebut adalah 9,5%.

Kandungan zat-zat dalam ikan sangat bermanfaat untuk kelancaran peredaran darah, sistem integument (kulit, rambut, kuku), sistem reproduksi, sistem saraf dan otak, kekuatan tulang, hingga kekebalan tubuh.

Senada, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan pentingnya mengonsumsi ikan di masa pandemi Covid-19. Sebab di dalam ikan terkandung imonustimulan yang merupakan senyawa yang dapat menstimulus sistem imun di dalam tubuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini