Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Perlu Tingkatkan Ekspor Produk Olahan

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 620 2608627 indonesia-perlu-tingkatkan-ekspor-produk-olahan-7hkRrZ5MDR.JPG Ilustrasi ekspor. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia dinilai perlu meningkatkan ekspor produk olahan dan tidak menggantungkan pada komoditas.

Menurut penelian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), dibutuhkan upaya terstruktur untuk pelan-pelan menggeser komoditas sebagai andalan ekspor.

"Sekitar 45% ekspor Indonesia berbasis komoditas yang harganya fluktuatif dan sangat bergantung dengan dinamika yang terjadi di seluruh dunia. Bergantung pada komoditas menyebabkan kinerja perdagangan dipengaruhi oleh fluktuasi harga dunia,” ujar Senior Fellow Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Deasy Pane di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

 BACA JUGA:RI Bakal Perluas Ekspor Produksi Susu Dalam Negeri

Deasy mengatakan konflik Rusia-Ukraina walaupun tidak berpengaruh langsung terhadap volume perdagangan Indonesia, namun memberi dampak signifikan pada pergerakan harga komoditas yang akan mempengaruhi nilai perdagangan Indonesia.

"Tingginya harga komoditas akan berpengaruh pada capaian ekspor Indonesia. Namun tidak mencerminkan kualitas dan daya saing produk Indonesia, serta hanya bersifat sementara," terangnya.

Deasy memaparkan dalam dua dekade terakhir, kontribusi ekspor Indonesia ke dunia stagnan di angka 0,9%.

Sementara itu, pelaku usaha industri yang terlibat dalam kegiatan ekspor juga hanya sekitar 18%, yang menunjukkan sebagian besar pelaku usaha Indonesia berorientasi domestik.

Di samping itu, untuk memberikan nilai tambah pada produk lokal, Indonesia masih membutuhkan impor bahan baku, terutama yang tidak dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Dia menegaskan menurunnya nilai impor justru perlu diperhatikan karena berarti ada penurunan kinerja industri.

"Dalam konteks pandemi, industri tidak mampu beroperasi secara penuh atau bahkan menghentikan produksi dan mengurangi jumlah tenaga kerja. Maka impor bahan baku masih terus dibutuhkan," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini