Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Mau Kecolongan, IDI Buat Satgas Pandemi dan Endemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 620 2616004 tak-mau-kecolongan-idi-buat-satgas-pandemi-dan-endemi-33ruwKpkHn.jpg Ilustrasi Dokter. (Foto: Shutterstock)

MESKIPUN Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut cacar monyet menyebut tidak ada bukti virus cacar monyet telah bermutasi dan dapat dikendalikan, bukan berarti kita tidak mewaspadai kasus tersebut.

Apalagi, belajar dari kasus Covid-19, setiap penyakit memang tidak bisa diremehkan. Pasalnya, jika sudah tersebar maka akan lebih sulit dikendalikan, belum lagi adanya korban jiwa.

Oleh karena itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi mengatakan bahwa pihaknya akan membuat Satgas monkeypox atau cacar monyet hingga hepatitis akut. Satgas tersebut akan berisikan anggota organisasi profesi IDI.

"Kami akan membuat Satgas yang berisikan anggota organisasi profesi IDI. Ini diharapkan dapat mengantisipasi penyakit pandemi maupun endemi, termasuk juga penyakit hepatitis akut dan cacar monyet," kata Adib pada awak media di Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, kemarin (21/6/2022).

Hepatitis akut sendiri hingga sekarang penyebabnya masih misterius. Meski begitu, Satgas tetap diperlukan untuk terus mengantisipasi keparahan terjadi.

Pun juga dengan cacar monyet, kata Adib, sekalipun kasusnya belum ditemukan di Indonesia, tapi Satgas tetap diperlukan untuk mencegah penyakit itu masuk dan mengantisipasi hal terburuk misal kasusnya ditemukan di Indonesia.

Sejauh ini, Satgas Covid-19 IDI sudah ada dan diharapkan peran organisasi profesi ini bisa maksimal di masyarakat, sehingga BA.4 dan BA.5 tidak menjadi gelombang keempat yang diprediksi terjadi pada akhir Juli.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Paru dr Agus Dwi Susanto, Sp.P, menjelaskan bahwa Indonesia tak hanya menghadapi masalah Covid-19, tetapi ada beberapa penyakit menular lainnya yang tetap harus jadi perhatian.

"Hepatitis akut misalnya. Itu adalah penyakit menular yang perlu jadi perhatian karena kasusnya perlahan terus bertambah. Kami dari PB IDI akan terus melakukan kajian dan mengeluarkan rekomendasi untuk mengantisipasi kondisi terburuk," terang dr Agus.

Lalu, soal cacar monyet meski kasusnya belum ada tapi Satgas Cacar Monyet nantinya akan tetap mengeluarkan rekomendasi untuk upaya pencegahan. Ini penting sehingga kesadaran akan menjaga kesehatan semakin tinggi di masyarakat.

Lebih lanjut, Indonesia sendiri masih berjuang melawan penyakit musiman seperti DBD, pun malaria yang masih banyak ditemukan di Indonesia Timur. "Penyakit ini belum dapat dieliminasi atau dihilangkan kasusnya, sehingga kami punya tugas untuk terus mengedukasi masyarakat," sambungnya.

Kasus Tuberkulosis atau TBC juga masih ditemukan di Indonesia. Bahkan, Indonesia tercatat sebagai negara nomor 3 terbesar penyumbang kasus TBC di dunia. PB IDI tentunya akan berupaya menangani kasus tersebut secara maksimal, selagi edukasi terus diberikan.

"Kami sebagai organisasi profesi harus proaktif memberikan upaya pencegahan dan penanganan yang optimal. Edukasi ke masyarakat terkait penyakit-penyakit tersebut harus terus dilakukan," tambah dr Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini