Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konektivitas Seluruh Wilayah RI, Kemenhub Minta Angkutan Laut Perintis Dioptimalkan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 30 Agustus 2022 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 30 620 2657245 konektivitas-seluruh-wilayah-ri-kemenhub-minta-angkutan-laut-perintis-dioptimalkan-MPHH9YlKnP.jpg Kemenhub Minta Angkutan Laut Perintis Dioptimalkan (Foto: Kemenhub)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengajak stakeholder dan seluruh pihak terkait untuk tingkatkan sinergi tingkatkan optimalisasi angkutan laut perintis demi wujudkan konektivitas di seluruh Indonesia.

“Konektivitas adalah tanggung jawab dan amanah yang harus kita jaga. Untuk itu angkutan laut kapal perintis harus dioperasikan dengan efisien, efektif dan akuntabel untuk menjaga konektivitas daerah," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Arif beranggapan, ada beberapa hal yang harus diprioritaskan dan disinergikan agar layanan angkutan laut perintis dapat semakin optimal, antara lain meliputi pengelolaan angkutan laut perintis yang berkelanjutan dan harmonisasi dengan Kementerian/Lembaga lainnya dalam mendukung terwujudnya keselamatan maritim.

“Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga harus disinergikan, yaitu pengawakan dan kompetensi kru kapal perintis, pengenaan tarif penumpang dan barang, ketersediaan Kuota BBM Subsidi, keteraturan dan kepastian jadwal perintis, pemasaran layanan angkutan perintis pada masing-masing Pemerintah Daerah, serta optimalisasi ruta angkutan laut perintis dan integrase dengan rute angkutan kapal PSO dan kapal Tol Laut serta kapal komersial lainnya,” katanya.

BACA JUGA: Muatan Tol Laut Naik 21% di Semester I-2022, Ini Daftar Barang yang Paling Banyak Diangkut

Arif mengatakan, peningkatan layanan oleh seluruh stakeholder dan penyelenggara Pelabuhan merupakan faktor utama dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dalam hal konektivitas, produktivitas, dan ketepatan waktu layanan Kapal Perintis/Tol Laut.

Untuk itu, Arif berharap kepada para penyelenggara pelabuhan agar dapat mendukung penyelenggaraan Pelayanan Perintis dan Rede Transport ini dengan cara memberikan kemudahan layanan, biaya yang ekonomis, dan prioritas sandar di Pelabuhan bagi Angkutan Laut Kapal Perintis atau Tol Laut.

“Selain itu, tentunya diperlukan sinergi dengan ekositem wilayah kerja dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku. Ini adalah tugas bersama dari pemerintah berkolaborasi dengan stakeholder dalam memberikan ruang dan ekosistem bagi sektor swasta agar dapat berperan lebih besar dalam meningkatkan konektivitas daerah,” tegasnya.

Arif menekankan pentingnya meningkatkan layanan angkutan laut perintis sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara optimal. “Lakukan evaluasi yang berkesinambungan atas pelayanan perintis yang telah ada, dengarkan masukan dari para pengguna layanan dan tindaklanjuti dengan cepat, sehingga manfaat pengoperasian kapal perintis dapat dirasakan oleh masyarakat dengan maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting, menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini telah terselenggara sebanyak 117 trayek angkutan laut perintis yang melayani 548 pelabuhan singgah, di mana 44 trayek dioperasikan oleh PT Pelni melalui mekanisme penugasan sesuai Perpres Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Kapal Perintis Milik Negara, dan 73 trayek lainnya dioperasikan oleh perusahaan pelayaran swasta melalui mekanisme pelelangan umum. Sedangkan untuk Rede Transport terselenggara 16 trayek yang dilayani oleh PT Pelni melalui mekanime penugasan sebagai bagian dalam mendukung program keperintisan.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pelayanan angkutan laut perintis merupakan sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat terutama pada daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. Angkutan laut perintis ini telah beroperasi selama puluhan tahun yang konsisten sebagai bentuk kehadiran Negara dalam membantu mobilitas penumpang dan barang, serta perekat atau penghubung pulau-pulau di Indonesia,” jelas Capt. Ginting.

Capt. Ginting mengungkapkan, bahwa saat ini ruang fiskal/alokasi anggaran Pemerintah terbatas, sehingga Pemerintah didorong untuk dapat mengelola anggaran secara bijak, efisien dan efektif. Oleh karena itulah menurut Capt. Ginting, pihaknya melakukan analisa passenger factor untuk mengidentifikasi ruas-ruas trayek kapal perintis.

“Untuk ruas-ruas trayek kapal perintis yang load factor nya sudah tinggi akan ditawarkan ke sektor swasta/komersial. Sedangkan untuk ruas-ruas yang load factor nya rendah dan/atau terdapat trayek berhimpit akan dilakukan efisien. Selain itu pemodelan jaringan trayek kapal perintis yang optimal diharapkan dapat menciptakan anggaran yang efisien namun tetap bermanfaat untuk menumbuhkan ekonomi pada daerah yang disinggahi,” terang Capt. Ginting.

Capt. Ginting mengungkapkan jumlah trayek di 2023 masih sama dengan Tahun 2022 sebanyak 117 trayek. Hal ini menurutnya mengidentifikasikan bahwa Pemerintah tetap ingin menjaga konektivitas daerah, khususnya daerah 3TP (Tertinggal, Terluar, Terpencil dan Perbatasan), namun juga juga mendorong keterlibatan sektor swasta karena pada bulan ini terdapat 1 (satu) kapal komersial milik swasta yang meyanai ruas perintis Pagimana – Wakai – Gorontalo.

“Kapal tersebut sudah berada di Pelabuhan Gorontalo sejak pertengahan bulan dan telah mengantongi persetujuan trayek, namun demikian masih dalam proses pngurusan bbm subsidi,” terang Capt. Ginting.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini