Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkembangan Terapi Sel Punca, Metode Pengobatan yang Makin Dilirik

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 620 2681905 perkembangan-terapi-sel-punca-metode-pengobatan-yang-makin-dilirik-5SLHBDhpEE.jpeg Terapi sel punca makin berkembang (Foto: Shutterstock)

SEL punca membawa banyak manfaat untuk penyembuhan penyakit. Antara lain untuk penyembuhan osteoarthritis, luka bakar, patah tulang, sampai penyakit jantung.

Ketua Komite Pengembangan Sel Punca dan Sel, Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK pun melakukan diskusi dengan Kemenkes, BPOM, BRIN, KPSPS dan Kalbe Farma tentang perkembangan penelitian dan aplikasi dari sel punca. Terapi sel punca sangatlah dibutuhkan sehingga butuh fasilitas yang mumpuni.

"Kami bersilaturahmi mendiskusikan perkembangan penelitian dan aplikasi dari sel punca," ujarnya dalam keterangan resmi.

Terapi Sel Punca

Terapi sel punca memang belum lama dilirik di Indonesia. Namun semakin lama berkembang dan didukung banyak pihak.

Direktur PT Bifarma Adiluhung dr. Sandy Qlintang mengatakan, awal mula berdirinya fasilitas pengolahan sel punca pertama di Indonesia ini dimulai pada 1 Desember 2006. Saat itu dr. Boenjamin Setiawan, PhD, founder dan innovator dalam perkembangan stem cell di Indonesia yang memulai.

"Dia membangun fasilitas yang disebut Stem Cell and Cancer Institute (SCI) di Pulomas,” tutur dr. Sandy Qlintang menambahkan.

Kemudian di 2012 berdirilah fasilitas pertama di Indonesia untuk pengolahan sel punca, Regenic. Terapi ini, kata dr. Sandy, mengandalkan stem cell autologus (bersumber dari pasien untuk pasien yang sama), stem cell alogenik (dari donor untuk pasien), dan metabolit sel punca (secretome).

Kapasitas produksi maksimum untuk stem cell alogenik adalah 80 miliar sel atau setara dosis 1.000 pasien dan 15.000 liter secretome. Kolaborasi pun dilakukan karena sel punca menjadi salah satu metode pengobatan yang aman dan direkomendasi.

“Kami bekerja sama dengan berbagai Universitas di Indonesia, khususnya sebagai pelopor dalam penelitian aplikasi klinis sel punca untuk indikasi osteoarthritis, luka bakar, dan patah tulang,” jelas dr. Sandy.

Pada 2021, sel punca pun dikembangkan di tiga rumah sakit, yaitu RSUD dr. Moewardi, RSUP dr. Sardjito, dan RS Hasan Sadikin untuk uji klinis sel punca pada pasien Covid-19 gejala berat, dengan dana hibah dari Ristek-BRIN dan dibawah pengawasan BPOM. Saat ini, kolaborasi pun bertambah di RSUP dr. Sardjito dan RSJP Harapan Kita untuk aplikasi klinis sel punca bagi pasien penderita cedera tulang belakang dan jantung.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini