Kumpulan Berita
. Langkah ini dilakukan sejalan dengan tinjauan rutin terhadap seluruh regulasi di lingkungan bursa
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham dengan penurunan terbesar pada perdagangan pekan ini, 18-20 Februari 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham-saham penghuni top gainers pada periode perdagangan 18-20 Februari 2026.
Kekhawatiran akan hilangnya kendali atas perusahaan masih menjadi tembok besar yang menghalangi banyak pemilik usaha untuk melantai di bursa.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik melaporkan seluruh proposal yang disampaikan kepada penyedia indeks provider global MSCI (Morgan Stanley Capital International) telah disetujui dan masuk dalam tahap final.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan kebijakan baru berupa publikasi daftar pemegang saham dengan konsentrasi kepemilikan besar di perusahaan terbuka. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat transparansi pasar sekaligus memberi sinyal informasi tambahan bagi investor, khususnya investor ritel.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan melemah di level 8.271,77 atau turun tipis 2,31 poin (-0,03%) pada perdagangan hari ini, Jumat (20/2/2026). Sepanjang hari, indeks bergerak fluktuatif dengan level tertinggi 8.328,42 dan terendah 8.236,75.
Kenaikan batas minimum saham publik (free float) bagi perusahaan tercatat menjadi 15 persen. Kebijakan ini berlaku efektif pada Maret 2026.