Kumpulan Berita
Keberhasilan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya ditentukan oleh besarnya target kapasitas.
ESDM akan memulai proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dari Pulau Jawa
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN Indonesia Power dan Bay Group, konglomerasi asal Bangladesh.
Presiden RI Prabowo Subianto meminta dukungan negara-negara ASEAN untuk mewujudkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang tengah dikembangkan Indonesia sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.
Pengembangan energi terbarukan tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga pada integrasi
Proyek senilai kurang lebih USD80 juta ini merupakan kolaborasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power.
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangannya di hadapan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).