Kumpulan Berita
Kementerian Kesehatan Iran mengklaim sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat sejak 6 Juli. Data tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Pemerintah Iran menyatakan menangguhkan komitmennya terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad dengan Amerika Serikat. Keputusan itu diambil setelah Teheran menuding Washington melanggar seluruh komitmen dalam kesepakatan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan pemerintah telah menyiapkan skenario evakuasi pekerja migran Indonesia (PMI), apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memburuk. Saat ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara terkait.
Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran. Kali ini, serangan menyasar dua kota strategis di Provinsi Khuzestan, yakni Abadan dan Mahshahr, yang berada di dekat perbatasan Iran dengan Irak dan Kuwait.
Media pemerintah Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap sejumlah lokasi militer di Provinsi Hormozgan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh Amerika Serikat melancarkan serangan yang menghantam infrastruktur strategis di Iran, termasuk jembatan pada jalur menuju Kota Mashhad.
Sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang beberapa wilayah strategis di Iran, termasuk Pulau Qeshm, Sirik, dan Bandar Abbas, yang berada di sekitar Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan serangan tersebut diduga dilakukan oleh Amerika Serikat.
Iran menyerang kapal berbendera Singapura Ever Lovely yang melintasi Selat Hormuz di luar jalur utama yang disetujui Teheran.