Kumpulan Berita
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan bahwa kebijakan pembatasan kuota dan konsumen tertentu untuk pembelian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar yang dijadwalkan berlaku mulai 1 April 2026 masih menunggu arahan resmi pemerintah.
Harga BBM Pertalite berpotensi naik sekira 10-15 persen dari harga saat ini Rp10.000 per liter. Harga Pertalite naik untuk menjaga defisit APBN agar tidak jebol.
Harga BBM subsidi Pertalite diprediksi naik menjadi Rp11.500 per liter dari harga sebelumnya Rp10.000 per liter.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan impor BBM dari Amerika membutuhkan waktu yang lebih panjang ketimbang impor dari Timur Tengah.
Pemerintah akan menghitung ulang harga BBM subsidi seperti Pertalite setelah periode Lebaran yang berlangsung hingga akhir Maret 2026.
Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik meski saat ini harga minyak dunia sudah tembus USD100 per barel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak naik, meski harga minyak dunia meroket imbas perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuain harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia mulai 1 Maret 2026.