Kumpulan Berita
Pascagangguan listrik berskala besar (blackout), masyarakat dinilai lebih membutuhkan jaminan keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang dibanding sekadar kompensasi. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan juga dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Pemadaman listrik massal atau blackout di Sumatra dinilai sangat mungkin dipicu tekanan mekanis akibat angin kencang pada jaringan transmisi, terutama di titik sambungan kabel atau mid span jointing.
Jaringan interkoneksi Sumatera yang membentang lintas provinsi membutuhkan transmisi yang andal agar gangguan tidak meluas ke berbagai wilayah.
Proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatera pascagangguan interkoneksi dinilai memiliki pola penanganan yang serupa dengan berbagai kasus blackout besar di dunia, yakni mengutamakan stabilitas sistem melalui tahapan recovery yang dilakukan secara bertahap, hati-hati, dan terukur.
Bareskrim Polri melakukan penyelidikan terkait terjadinya blackout di wilayah Sumatera. Polisi mengungkap tiga dugaan penyebab putusnya kabel transmisi yang mengakibatkan gangguan sistem kelistrikan.
Bareskrim Polri mengungkap, bahwa warga sempat mendengar adanya ledakan sebelum terjadinya blackout di wilayah Sumatera.
Bareskrim Polri menyatakan pemadaman listrik atau blackout di beberapa wilayah Sumatera disebabkan faktor cuaca buruk. Identifikasi awal dilakukan pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.44 WIB.
Bareskrim Polri memastikan pemadaman listrik atau blackout di Sumatera lantaran faktor cuaca buruk. Hal itu membantah munculnya narasi adanya dugaan sabotase dalam kejadian tersebut.