Kumpulan Berita
Susmelawati menjelaskan, sejak awal kejadian, pihak kepolisian telah memeriksa 7 orang saksi. Saksi yang diperiksa mulai dari guru hingga petugas keamanan.
Pelaku MY adalah orang tua salah satu siswa SDN Srengseng Sawah 15.
Mayndra menyebutkan, R belajar merakit bom dari internet dan terinspirasi kasus SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana menjelaskan, bom rakitan pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah.
Ledakan terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Polda Sumbar bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri turun tangan mendalami ledakan tersebut.
Orang tua diizinkan mengantar anak-anak ke sekolah hingga beberapa hari ke depan.
Densus 88 Antiteror Polri memastikan ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme.
Polisi menangkap pria berinisial MY (34), pelaku yang mengirimkan ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kondisi kejiwaan pelaku akan diperiksa.