Kumpulan Berita
Danantara Indonesia telah menutup dan merampingkan 364 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merugi hingga hari ini. Langkah itu dieksekusi untuj menghentikan pendarahan keuangan masa lalu sekaligus mengawal pencapaian target laba bersih konsolidasi prospektif sebesar Rp360 triliun pada tahun ini.
Danantara Indonesia menargetkan jumlah BUMN dan anak usaha yang dikelola dipangkas menjadi sekitar 200 perusahaan hingga akhir 2026.
Menyederhanakan struktur PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dari 18 entitas anak usaha menuju organisasi yang lebih terintegrasi
Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang rugi. Hasilnya mampu menghemat Rp50 triliun
Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya untuk melakukan streamlining perusahaan pada prinsipnya layak didukung
Presiden Prabowo Subianto menekankan soal perampingan atau penataan ulang BUMN.
BUMN yang dinilai terlalu banyak, perusahaan yang disebut tidak produktif dan terus merugi, hingga rencana mengusut jajaran direksi BUMN selama 30 tahun ke belakang
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi BUMN yang dinilai terlalu gemuk dan masih banyak yang tidak produktif. Mau tutup 750 BUMN.