Kumpulan Berita
Penyakit gagal ginjal sering kali tidak disadari gejalanya oleh pasien. Penyakit ini biasanya baru diketahui saat kondisi fisik menurun dan ternyata sudah berada di stadium akhir atau pasien harus menjalani dialisis (cuci darah).
Selama ini banyak orang menganggap transplantasi ginjal adalah langkah paling akhir untuk pasien gagal ginjal. Biasanya, penderita gagal ginjal akan menjalani cuci darah selama bertahun-tahun jika tidak memilih transplantasi ginjal.
Apakah cuci darah ditanggung BPJS Kesehatan? Ini penjelasannya. Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan cuci darah di rumah sakit terbilang cukup mahal.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, memastikan bahwa status kepesertaan PBI BPJS Kesehatan milik para pasien cuci darah yang sebelumnya sempat ditolak oleh rumah sakit kini telah kembali aktif. Dengan reaktivasi tersebut, pasien sudah bisa kembali mendapatkan layanan cuci darah tanpa hambatan pembiayaan.
Wamenkes: Rumah Sakit Tidak Boleh Menolak Pasien Cuci Darah BPJS PBI yang Sedang Reaktivasi
Kementerian Kesehatan menanggapi para pasien cuci darah yang kini tak bisa berobat menggunakan layananan BPJS. Hal ini lantaran kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) mereka mendadak nonaktif.
Dia terpaksa mengandalkan mi instan sebagai makanan sehari-hari, hingga akhirnya satu tahun kemudian ia didiagnosa mengalami gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin.
PASIEN gagal ginjal terutama yang menjalani cuci darah tidak boleh makan pisang.