Kumpulan Berita
Mayndra menjelaskan, tren rekrutmen terhadap anak dan pelajar meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, bahan berbahaya itu disiapkan pelaku dalam menjalankan aksinya.
Peristiwa itu diduga dilatarbelakangi motif balas dendam lantaran siswa tersebut sering dibully.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap ciri-ciri anak yang terpapar paham radikalisme. Di antaranya mulai dari ketertarikan pada kekerasan hingga perilaku menutup diri.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan sebanyak 70 anak di 19 provinsi teridentifikasi terpapar konten kekerasan yang berujung ekstremisme, akibat pengaruh konten media sosial berjejaring global bernama True Crime Community (TCC). Sebagian besar dari mereka telah menjalani pembinaan oleh kepolisian.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengidentifikasi kondisi psikologis anak yang terpapar konten kekerasan dari grup bernama True Crime Community (TCC).
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, menemukan 70 anak yang terpapar ideologi ekstremisme melalui komunitas online bernama The True Crime Community. Puluhan anak ini berasal dari 19 provinsi di Indonesia.
Densus 88 Antiteror Polri telah menangani sejumlah kasus terorisme sepanjang tahun 2025. Kasus teroris tersebut tersebar di sejumlah provinsi.