Kumpulan Berita
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 melalui kegiatan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Batch 1 yang digelar secara daring dan diikuti secara langsung oleh peserta dari seluruh Indonesia pada Kamis (7/5/2026).
Penerapan transaksi non tunai untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan anggaran desa sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa.
Dia menjelaskan, hingga saat ini penegasan batas desa mencapai 14,49 persen atau sebanyak 10.909 desa di seluruh Indonesia.
Pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi desa dengan mentransformasi potensi lokal melalui penguatan modal sosial dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Integrasi industri baja dengan pengembangan desa tematik yang diproyeksikan sebagai pilar pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen BRI dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa kembali memperoleh pengakuan nasional.
Penegasan batas desa juga meminimalkan potensi konflik batas wilayahan dan mempercepat penyelesaian batas administrasi kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa. Percepatan ini setidaknya dapat dilakukan pada desa-desa yang tidak memiliki sengketa administrasi.