Kumpulan Berita

Dina Masyusin.


Megapolitan
18 menit lalu

Perceraian di Jakarta Capai 1.881 Kasus, Dina Masyusin Dorong Perda Pembangunan Keluarga

Dina Masyusin menilai, keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas masyarakat.

Megapolitan
4 March 2026

Dina Masyusin Tuntaskan Ijazah Tertahan, Koordinasi Soal PPDB dan Layanan Kesehatan

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini akan menindaklanjuti berbagai persoalan tersebut melalui koordinasi dengan dinas terkait.

Megapolitan
30 December 2025

DKI Jakarta Serahkan 6.050 Ijazah Tertahan Sepanjang 2025, Dina Masyusin Dorong Program Pemutihan Diperluas

Dina Masyusin mendorong Pemprov DKI Jakarta memperluas jangkauan program pemutihan ijazah agar dampaknya lebih signifikan bagi warga.

Megapolitan
23 December 2025

Anggota DPRD DKI Dina Masyusin Serahkan 16 Sound System ke Warga Rawa Buntu

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo, Dina Masyusin, menyerahkan 16 sound system ke warga Rawa Buntu.

Sport Lain
5 December 2025

Anggota DPRD DKI Dina Masyusin Realisasikan Aspirasi Warga Kalideres, Distribusikan Sound System dan Tenis Meja

Anggota DPRD DKI Dina Masyusin Realisasikan Aspirasi Warga Kalideres, Distribusikan Sound System dan Tenis Meja

Megapolitan
3 December 2025

Legislator Perindo Dina Masyusin Serahkan Kursi Roda ke Warga Cengkareng

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo, Dina Masyusin melaksanakan kegiatan sosial pemberian kursi roda kepada warga yang membutuhkan di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.

Megapolitan
4 September 2025

Legislator Perindo DKI Dina Masyusin Sepakat Tunjangan Perumahan Rp70 Juta Dievaluasi

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo, Dina Masyusin, menyatakan sepakat agar tunjangan perumahan yang mencapai Rp70 juta lebih bagi masing-masing anggota dewan periode 2024??"2029 dievaluasi.

Megapolitan
29 August 2025

Perluas Akses Pendidikan, Legislator Partai Perindo Dina Masyusin Mendesak Revisi Pergub Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul

Legislator Partai Perindo, Dina Masyusin, mendesak revisi Pergub KJMU agar menjangkau mahasiswa tidak mampu di kampus terakreditasi B dan C. Aturan saat ini dinilai diskriminatif dan tidak relevan dengan kebutuhan pendidikan.