Kumpulan Berita
BUMN yang dinilai terlalu banyak, perusahaan yang disebut tidak produktif dan terus merugi, hingga rencana mengusut jajaran direksi BUMN selama 30 tahun ke belakang
Presiden Prabowo Subianto kembali menyentil Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo menegaskan, sudah terlalu banyak BUMN yang tidak produktif.
Prabowo mau mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan jajaran direksi perusahaan BUMN selama 30 tahun ke belakang.
Qodari menilai latar belakang yang beragam dari para komisaris BUMN justru dapat menghadirkan perspektif baru bagi perusahaan.
Asisten Raffi Ahmad, Mufli Ananda yang diangkat menjadi Komisaris PT Krakatau Posco. Pengangkatan komisaris BUMN pun disorot.
Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan penertiban besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Prabowo Subianto menyentil mantan bos-bos BUMN yang selama ini menyalahgunakan pengelolaan kekayaan negara. Siap dipanggil Kejaksaan
Praktik ketimpangan dalam penyaluran kredit, di mana bank pelat merah lebih memprioritaskan pengusaha besar