Kumpulan Berita
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, fenomena El Nino saat ini telah mencapai level sangat kuat. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan awal musim hujan 2026/2027, di sebagian wilayah Indonesia mengalami kemunduran.
Produksi padi tumbuh sepanjang delapan bulan 2026, meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino.
Tembakau menjadi salah satu komoditas yang dapat diandalkan saat musim kemarau karena kebutuhan airnya tidak sebanyak tanaman lainnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi atmosfer kering masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia
Kondisi tersebut terjadi di tengah sekitar 81% Zona Musim (ZOM) Indonesia yang telah memasuki musim kemarau.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut sekitar 50.000 hektare (ha) lahan pertanian telah terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan progres penanganan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, per 29 Agustus 2026. Dari total 3.450 hektare lahan padi yang terdampak kekeringan di tujuh kecamatan, seluas 3.233 hektare telah berhasil teraliri air, sementara sisa 217 hektare masih dalam proses penanganan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi umum, untuk menekan polusi udara di Ibu Kota. Imbauan tersebut disampaikan di tengah kondisi El Nino dan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September.