Kumpulan Berita
Upaya menjaga kualitas dan kredibilitas indeks-indeks acuan utama pasar modal Indonesia, seperti LQ45 dan IDX30.
IHSG sesi I terkoreksi ke level 8.229,73. Meski sempat mendekati rekor, indeks terpantau di zona merah. Sektor keuangan dan teknologi jadi pemberat, sementara energi dan infrastruktur menguat. Bagaimana investor harus bersikap?
IHSG menguat 0,42% ke level 8.199,96 pada penutupan sesi I, Kamis (9/10/2025). Didukung sektor energi, konsumer, infrastruktur, dan bahan baku. Transaksi capai Rp15,8 triliun.
IHSG menguat tipis 0,28% ke 7.980,23 pada sesi I. Sektor industri menjadi penopang utama, sementara keuangan, transportasi, dan konsumer siklikal menjadi pemberat. Transaksi mencapai Rp8,72 triliun.
IHSG sesi I hari ini melonjak ke level 7.909,64, didorong oleh penguatan sektor energi dan properti. Transaksi mencapai Rp8,84 triliun. Cek saham-saham yang menjadi top gainers dan losers.
IHSG dibuka menguat pada awal pekan, mencapai level 7.909. Sektor teknologi memimpin kenaikan, dengan beberapa saham seperti SOTS, BSBK, dan PGLI menjadi top gainers. Transaksi awal mencapai Rp638 juta dengan volume 1,2 miliar lembar saham.
IHSG mengalami penurunan signifikan, anjlok 1,53% ke level 7.830 pada penutupan perdagangan. Mayoritas sektor mengalami koreksi, dengan ratusan saham mencatatkan penurunan harga. Transaksi mencapai Rp22,7 triliun. Investor perlu waspada terhadap volatilitas pasar.
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) anjlok 2,27% ke level 7.771 pada sesi I perdagangan hari ini. Sebagian besar sektor terkoreksi, dipimpin oleh energi dan konsumer. Transaksi mencapai Rp13,2 triliun. Investor waspada!