Kumpulan Berita
Abdul Kahar Muzakkar, mantan pengawal Presiden Soekarno yang jadi pemimpin pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan tewas ditembak anggota Pasukan Siliwangi TNI pada 3 Februari 1965, tepat di pagi buta Idul Fitri 1386 H.
Menjelang akhir Ramadhan, tepatnya 2 Februari 1965, empat kompi dari Batalyon Infanteri 330/Para Kujang I Kodam Siliwangi dikerahkan dalam Operasi Kilat untuk mengepung kawasan hutan di sekitar Sungai Lasolo, Sulawesi Tenggara.
Di tempat itu pentolan pemberontak paling dicari negara, Abdul Kahar Muzakkar terdeteksi.
Kahar Muzakkar memimpin pemberontakan pada negara yang dicintainya karena kecewa ke pemerintahan Soekarno.
Di tempat itu pentolan pemberontak paling dicari negara, Abdul Kahar Muzakkar terdeteksi.
Kahar Muzakkar melancarkan pemberontakan pada 1951.
Saat itu hanya segelintir anggota KGSS yang lolos dalam saringan perekrutan APRI.
Pemberontakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) 5 tahun setelah Indonesa merdeka.