Kumpulan Berita
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) memberikan catatan terhadap arah kebijakan pemerintah di sektor kelautan dan perikanan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah program dinilai berpotensi memperkuat perekonomian masyarakat pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil.
Presiden Prabowo Subianto meminta pembangunan 100 Kampung Nelayan, yang tengah disiapkan pemerintah dipercepat. Program tersebut ditargetkan rampung dan siap beroperasi pada akhir 2026.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong hilirisasi hasil pengolahan ikan menjadi produk nonpangan bernilai tambah.
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan telah mengirimkan 12 ton produk tuna loin menuju Jakarta. Konsistensi produktivitas perikanan di lokasi tersebut berimbas pada ikut meningkatnya pendapatan nelayan dari yang semula Rp4 juta menjadi Rp7 juta/bulan.
Kerja sama tersebut ditujukan untuk memastikan infrastruktur KNMP dikelola secara profesional dan memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan.
Target kita 1.386 Kampung Nelayan akan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) disiapkan pemerintah sebagai solusi untuk memperkuat ekonomi nelayan melalui fasilitas penyimpanan, distribusi dan akses pasar hasil tangkapan.
-Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya pembenahan sektor hulu perikanan untuk memperkuat hilirisasi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satu upaya yang dilakukan KKP yakni membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai ekosistem perikanan terintegrasi dari kawasan hulu yang melibatkan para nelayan, rantai dingin, hingga konektivitas dengan industri pengolahan dan pasar.