Kumpulan Berita
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan terus mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kejadian KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta. Selama masa investigasi, KAI juga menjalankan sejumlah langkah keselamatan di lapangan dengan menutup 172 perlintasan sebidang.
Ketua Paguyuban Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) Bekasi Timur, Anggi Al Hakim, mempertanyakan keputusan masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN yang dinilai lalai melakukan pengereman darurat (emergency brake). Sehingga mengakibatkan tabrakan dengan KA5568 A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Polda Metro Jaya menetapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN sebagai tersangka, dalam kasus kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Perjalanan KRL Commuter Line lintas Rangkasbitung atau Green Line mengalami keterlambatan pada Kamis (2/7/2026) sore.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Sudjatmiko meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan flyover serta penataan perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur. Hal itu ditekankan Sudjatmiko menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Cikarang pada 27 April 2026.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan proses pendampingan kepada pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur agar seluruh tahapan penanganan berjalan dengan baik hingga selesai.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan. personel ditempatkan di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal selama proses pembangunan flyover berlangsung.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.