Kumpulan Berita
Pemanis buatan seperti aspartam, sucralose, stevia, dan sakarin sering digunakan sebagai pengganti gula. Pilihan ini kerap dianggap lebih sehat daripada gula karena rendah kalori atau bahkan tanpa kalori.
Meski banyak makanan yang dapat mendukung kesehatan otak, ada juga sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari karena dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif jangka panjang.
Minum air putih merupakan kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar bagi kesehatan tubuh. Sekitar 60% komposisi tubuh manusia terdiri dari air, sehingga kebutuhan cairan harus selalu terpenuhi agar organ dan sistem tubuh dapat berfungsi secara optimal.
Ikan kaya omega-3 penting untuk perkembangan otak anak. Salmon, sarden, tuna, trout, mackerel, dan herring adalah pilihan terbaik untuk mendukung IQ dan fungsi kognitif anak secara alami. Konsumsi rutin direkomendasikan!
Jaga kesehatan otak Anda dengan menghindari 5 jenis makanan ini: karbohidrat olahan, makanan yang digoreng, daging olahan, makanan kalengan tinggi natrium, dan minuman manis kemasan. Konsumsi berlebihan dapat merusak fungsi kognitif.
Kopi dianggap bisa memberikan energi hingga menghilangkan rasa kantuk dari kandungan kafeinnya.
Sebagian orang beranggapan bahwa jantung dan paru-paru yang sehat adalah penentu utama panjangnya usia.