Kumpulan Berita
Yuliot Tanjung mengakui saat ini sejumlah negara mulai menahan penjualan minyak mentah untuk diekspor. Kondisi ini membuat pasokan minyak mentah dunia mengalami hambatan.
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menghadapi pertaruhan besar: bagaimana menjaga ketahanan energi nasional tanpa kehilangan momentum menuju masa depan energi yang berkelanjutan.
Kondisi geopolitik global yang ada saat ini menjadi tantangan serius bagi Indonesia, khususnya dalam mencapai ketahanan energi nasional.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, ketahanan energi kembali menjadi prioritas utama banyak negara, termasuk Indonesia.
Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diminta menjual hasil produksi minyaknya kepada Pertamina
Medco mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 156 ribu barel minyak per hari (BOEPD) sepanjang 2025.
Praktisi migas senior sekaligus mantan Kepala BP Migas Kardaya Warnika mengingatkan risiko besar berupa pidana dalam tata kelola pengadaan di sektor hulu migas.
Industri hulu migas Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai tantangan.