Kumpulan Berita
TNI Angkatan Darat (TNI AD) akan mengevaluasi secara menyeluruh terkait prosedur pemusnahan amunisi dan bahan peledak kedaluwarsa menyusul insiden ledakan di Garut, Jawa Barat.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak mengakui adanya keteledoran di balik insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bakal mengubah standar operasional prosedur (SOP) pemusnahan amunisi kedaluwarsa.
Sebelum ledakan, sempat ada perdebatan singkat antara Komandan Gapusmus dengano kordinator pekerja warga atas nama Rustiawan mengenai penanganan detenator sisa tersebut
Ledakan amunisi ini menewaskan 13 orang dari TNI AD dan warga sipil.
TNI AD masih melakukan investigasi atas tragedi ledakan amunisi yang terjadi di kawasan Garut, Jawa Barat, beberapa waktu silam. Hingga kini sebanyak 46 saksi telah diperiksa.
Seluruh korban berhasil diidentifikasi.
Kepala Pusat Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, tim investigasi telah memeriksa 46 saksi berkaitan insiden ledakan saat pemusnahan amunisi di Kabupaten Garut.