Kumpulan Berita
Susmelawati menjelaskan, sejak awal kejadian, pihak kepolisian telah memeriksa 7 orang saksi. Saksi yang diperiksa mulai dari guru hingga petugas keamanan.
Polisi mengungkap pelajar berinisial R (17) yang membawa bom rakitan dan meledakkannya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, diduga menjadi korban perundungan (bullying) oleh teman-temannya.
Mayndra menyebutkan, R belajar merakit bom dari internet dan terinspirasi kasus SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu.
Bom rakitan meledak di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan seorang pelajar berinisial R (17).