Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat terkait untuk menghadiri rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Ratas tersebut membahas rencana penyediaan hunian layak bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api, khususnya di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng BUMN untuk membangun sebanyak 800 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya yang tinggal di kawasan bantaran rel di Jakarta.
Pemerintah menargetkan pembangunan rumah susun (rusun) untuk relokasi warga bantaran rel di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, mulai dilakukan pada Mei 2026. Proyek ini menjadi bagian dari upaya penyediaan hunian layak sekaligus penataan kawasan padat di ibu kota.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), mengaku telah berkoordinasi dengan Danantara
Maruarar memastikan implementasi proyek program rusun bersubsidi di Meikarta, Cikarang bakal berlandaskan tata kelola yang transparan.
Langkah ini dilakukan menyusul rendahnya serapan rumah subsidi sepanjang 2025, yang tercatat hanya tiga unit.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi pada 2025 mencapai 278.868 unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan menyiapkan transformasi Kawasan Menteng Jakarta menjadi kawasan tematik, seperti kampung kuliner, pada 2026.