Kumpulan Berita
Penipuan online semakin marak seiring berkembangnya era digital. Modus yang digunakan pelaku pun semakin beragam, mulai dari penawaran investasi dengan imbal hasil tidak wajar hingga penyalahgunaan identitas lembaga keuangan resmi. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk mengetahui langkah yang tepat apabila menemukan indikasi penipuan investasi.
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham atas laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,8 triliun atau tumbuh 18 persen secara tahunan, diikuti lonjakan laba bersih sebesar 140 persen menjadi Rp985 miliar berkat pertumbuhan bisnis di seluruh segmen dan efisiensi biaya operasional.
Kebahagiaan terpancar dari wajah Lusi, nasabah MNC Bank Cabang Jambi, setelah dirinya berhasil membawa pulang hadiah grand prize satu unit mobil dari program Tabungan Dahsyat Arisan, Kamis (25/6/2026).
PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan loyalitas nasabah melalui program Tabungan Dahsyat Arisan. Komitmen ini diwujudkan dengan penyerahan hadiah grand prize berupa satu unit mobil dan dua unit sepeda motor kepada nasabah di Cabang Jambi, Kamis (25/6/2026).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) hari ini menyetujui Laporan Tahunan Direksi.
Di era investasi digital, menjaga keamanan data pribadi sama pentingnya dengan mengelola portofolio investasi. Salah satu ancaman siber yang perlu diwaspadai adalah sniffing. Sniffing merupakan tindakan penyadapan data yang dikirim melalui jaringan internet. Melalui metode ini, pelaku dapat mencuri informasi penting seperti username, password, kode OTP, dan data pribadi lainnya untuk mengakses akun korban.
Kasus penipuan investasi kerap muncul dan memakan korban. Salah satu yang semakin marak adalah penipuan berkedok customer service (CS) atau layanan pelanggan. Dalam modus ini, pelaku mengaku sebagai petugas resmi dari suatu lembaga keuangan. Biasanya pelaku menghubungi korban melalui telepon, WhatsApp, SMS, atau media sosial dengan menggunakan identitas yang menyerupai kanal resmi perusahaan.