Kumpulan Berita
Investor berkesempatan mendapatkan bonus unit penyertaan (UP) reksa dana Anargya Pasar Uang Supernova senilai Rp50.000
MNC Sekuritas berkomitmen meningkatkan literasi keuangan dan investasi termasuk pemahaman mengenai pasar modal syariah, salah satunya melalui kegiatan edukasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang pada Selasa (30/6/2026).
Penipuan online semakin marak seiring berkembangnya era digital. Modus yang digunakan pelaku pun semakin beragam, mulai dari penawaran investasi dengan imbal hasil tidak wajar hingga penyalahgunaan identitas lembaga keuangan resmi. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk mengetahui langkah yang tepat apabila menemukan indikasi penipuan investasi.
MNC Sekuritas menghadirkan Head of Education & Community Partnership, Andri Muharizal Putra. Andri menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah ketidakpastian global
PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), anak usaha dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk, kembali merealisasikan komitmennya dalam mengapresiasi loyalitas para nasabah. Melalui Kantor Cabang Jambi yang berlokasi di Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, MNC Bank menyerahkan hadiah undian berupa satu unit sepeda motor matic kepada nasabah yang beruntung melalui program unggulan "Tabungan Dahsyat Berhadiah".
Investor perlu memahami karakteristik investasi sebelum menempatkan dana. MotionTrade telah merangkum ciri??"ciri investasi ilegal
Di era investasi digital, menjaga keamanan data pribadi sama pentingnya dengan mengelola portofolio investasi. Salah satu ancaman siber yang perlu diwaspadai adalah sniffing. Sniffing merupakan tindakan penyadapan data yang dikirim melalui jaringan internet. Melalui metode ini, pelaku dapat mencuri informasi penting seperti username, password, kode OTP, dan data pribadi lainnya untuk mengakses akun korban.
Kasus penipuan investasi kerap muncul dan memakan korban. Salah satu yang semakin marak adalah penipuan berkedok customer service (CS) atau layanan pelanggan. Dalam modus ini, pelaku mengaku sebagai petugas resmi dari suatu lembaga keuangan. Biasanya pelaku menghubungi korban melalui telepon, WhatsApp, SMS, atau media sosial dengan menggunakan identitas yang menyerupai kanal resmi perusahaan.