Kumpulan Berita
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026
Capaian ini sekaligus mengakhiri tren surplus yang sebelumnya berlangsung selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Industri kimia merupakan sektor tiga besar kontributor penopang kinerja industri pengolahan nonmigas.
adan Pusat Statistik (BPS) segera mengumumkan neraca perdagangan selama November pada hari ini
Indonesia dinilai belum memiliki strategi perdagangan yang jelas
Pada April, neraca perdagangan defisit, setelah pada bulan sebelumnya surplus.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan pada beberapa negara.
Dengan dikeluarkannya Indonesia akan berdampak pada Generalized System of Preferences (GSP) Amerika Serikat untuk produk ekspor Indonesia.