Kumpulan Berita
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan langkah preventif perlu dikuatkan demi mengendalikan sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan.
Ia menjelaskan, seluruh armada tersebut masih beroperasi hingga 31 Januari 2026 dan akan terus dievaluasi.
Operasi modifikasi cuaca akan dilanjutkan jika cuaca ekstrem masih terus melanda Jakarta.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan, operasi modifikasi cuaca untuk meminimalisir cuaca ekstrem.
Ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan dilakukan di langit Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mulai hari ini hingga 11 Juli 2025, untuk mengurangi intensitas hujan lebat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI) terus melakukan upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga hari ketiga, Kamis (13/3/2025).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) wilayah Jabodetabek hingga dua hari kedepan.