Kumpulan Berita
Upaya aparat keamanan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Kehadiran aparat dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman sekaligus menjaga pembangunan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan keamanan.
Komandan Batalion Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XV, Kupel Ngalum Oksibil bersama tujuh anggotanya memutuskan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, berhasil menyita puluhan pucuk senjata api (senpi) dan ratusan butir amunisi milik TPNPB-OPM. Selain itu, satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III dan Koops Habema, juga menyita berbagai jenis senjata tajam dari kelompok tersebut. Senjata-senjata itu disita dalam operasi yang berlangsung sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Tim Patroli Keamanan Operasi (Koops) TNI Papua terlibat kontak tembak dengan kelompok TPNPB-OPM di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/3/2026). Tim patroli berhasil menghalau dan memukul mundur kelompok bersenjata tersebut.
Satuan Tugas (Satgas) Yonif 142/Ksatria Jaya di bawah Komando Operasi Habema TNI berhasil memfasilitasi ikrar setia, tujuh orang mantan anggota Kelompok TPNPB OPM Kodap XXVII/Sinak untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di Distrik Sinak, Sabtu (20/12/2025).
Kedua korban yang diketahui bernama Sugianto (43) dan Hardiyanto (39) dibunuh saat Hari Kemerdekaan Papua atau HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Korban dibunuh KKB di Kampung Holuwon, Distrik Holuwon, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menyoroti dugaan penyelundupan senjata dari Australia kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM). Ia menegaskan pemerintah Indonesia harus segera merespons melalui jalur diplomatik dan memperkuat koordinasi antarlembaga.