Kumpulan Berita
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat aksi iklim global melalui kerja sama internasional yang adil dan berorientasi pada pelaksanaan nyata. Negara-negara Pasifik, menurutnya, menjadi salah satu wilayah yang berada di garis depan dampak perubahan iklim.
Pemerintah akan membawa isu pembiayaan iklim, adaptasi, pengurangan emisi, serta transisi energi yang dinilai perlu berjalan beriringan
Pada 2026, sebanyak 10 proposal dari 10 provinsi telah dinilai dan kini memasuki tahap persiapan pelaksanaan program.
Tantangan utama justru berasal dari risiko fisik akibat dampak perubahan iklim, seperti banjir, kekeringan, hingga cuaca ekstrem.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Technical Level 4th Meeting of the Partners of the Global Peatlands Initiative (GPI) di Lima, Peru.
Retribusi daerah memiliki peran dalam membiayai berbagai kebutuhan, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur, kebersihan, fasilitas umum,
Instrumen ini digunakan untuk menyediakan data emisi yang kredibel, terstandar, dan andal guna mendukung ketahanan ekonomi di tengah tantangan perubahan iklim global.
IIF memperkuat tata kelola risiko iklim sebagai bagian dari strategi perusahaan sebagai katalisator pembangunan infrastruktur berkelanjutan.