Kumpulan Berita
Pemerintah mempercepat pelaksanaan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) menjadi tiga tahun, yakni mulai 2026 hingga 2028. Program tersebut tidak hanya mengandalkan pembangunan PLTS di darat atau ground mounted, tetapi juga memanfaatkan bendungan di berbagai wilayah Indonesia.
PLN Indonesia Power memperluas bisnis energi baru terbarukan ke pasar internasional. Langkah ini dilakukan lewat kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bangladesh. Proyek diperkirakan memiliki potensi kapasitas mencapai 495 megawatt (MW).
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangannya di hadapan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).