Kumpulan Berita
Sektor jasa keuangan membukukan pertumbuhan yang tinggi sebesar 7,92 persen (yoy) di kwartal 4 tahun 2025 atau mencatat laju tertinggi sejak Juni 2021. Kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat, tercermin dari jrasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184 persen terhadap PDB, didukung oleh meningkatnya partisipasi di pasar modal dan diversifikasi produk keuangan yang lebih luas.
Kondisi ini membuat sejumlah indikator bergerak positif, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Indikator perekonomian global menunjukkan perlambatan aktivitas di berbagai kawasan
IHSG ditutup menguat ke level 7.747 pada 11 September 2025. Sektor keuangan menjadi penopang utama. BBNI, JPFA, dan BRIS jadi top gainers. MDKA, ANTM, dan INCO jadi top losers. Transaksi mencapai Rp18,37 triliun.
IHSG sesi I hari ini, Kamis (11/9/2025), ditutup menguat ke level 7.765. Sektor keuangan, kesehatan, dan konsumer menjadi penopang utama. Transaksi mencapai Rp10,4 triliun dengan 447 saham menguat.
IHSG ditutup menguat 0,92% ke 7.699,01 pada Rabu, 10 September 2025. Sektor keuangan, infrastruktur, dan properti menjadi penopang utama. Nilai transaksi mencapai Rp15,45 triliun dengan volume 28,5 miliar lembar saham. (178 karakter)
IHSG ditutup melemah ke level 7.628 pada perdagangan hari ini, dipicu penurunan pada sektor keuangan. Transaksi mencapai Rp24,7 triliun. Simak analisis lengkap dan faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG. (176 karakter)
IHSG ditutup menguat 68,06 poin ke level 7.926,91 pada perdagangan hari ini. Sektor keuangan dan properti menjadi pendorong utama kenaikan. Transaksi mencapai Rp19,2 triliun. BBKP dan LPKR jadi top gainers, sementara MFIN dan XPTD jadi top losers.