Kumpulan Berita
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Minggu (31/5/2026) pukul 08.16 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Jumat (29/5/2026) pukul 19.07 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut.
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Kamis (28/5/2026) pukul 20.10 WIB. Erupsi tersebut disertai awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 2.500 meter.
Masyarakat juga diminta agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu (8/3/2026).
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi sebanyak delapan kali sejak dini hari pada Jumat (9/1/2026). Erupsi terjadi pada pukul 00.11 WIB, 00.20 WIB, 00.28 WIB, 00.45 WIB, 00.58 WIB, 05.31 WIB, 05.41 WIB, dan 06.49 WIB. Tercatat, letusan terbesar menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 meter.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) turun langsung menemui para penyintas erupsi Gunung Semeru yang masih bertahan di lokasi pengungsian di SMP 2 Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Selasa 2 Desember 2025. Selain memberikan hiburan untuk anak-anak penyintas, Partai Perindo juga menyalurkan bantuan logistik dan mendorong percepatan pemulihan pascabencana.
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami belasan kali erupsi sejak Rabu (3/12/2025) dini hari. Erupsi pertama pada hari tersebut terjadi pada pukul 00.31 WIB.