Kumpulan Berita
Indikator paling valid dari tingginya kepercayaan tersebut tercermin dari instrumen surat utang negara berdenominasi valas (global bond) Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat perannya pada distribusi Surat Utang Negara (SUN). Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemerintah dan pendalaman pasar keuangan domestik.
Kementerian Keuangan mencatatkan transaksi atas hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp78,4 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan lelang periode sebelumnya di angka Rp58,22 triliun. Nilai penawaran dari investor atas instrumen utang ini didapat dari penyelenggaraan lelang pada Selasa (14/4/2026).
Kemenkeu memasang target ambisius sebesar Rp25 triliun dari penjualan produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel terbaru.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Chinese Renminbi (CNH) atau dikenal sebagai Dim Sum Bonds untuk pertama kalinya.
Bank Indonesia (BI) berencana menerbitkan instrumen surat berharga baru bernama BI-FRN (Floating Rate Note) sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar keuangan sekaligus meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
Pemerintah segera menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) kangaroo dan dim sum bonds untuk pasar internasional.
Pemerintah mengantongi Rp73,24 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN)