Kumpulan Berita
Danantara Indonesia menetapkan dua perusahaan asal China sebagai mitra operator proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Sinergi yang tercipta dalam proyek waste to energy antara pemerintah pusat, daerah, serta investor menjadi fondasi keberlanjutan
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan proyek Waste to Energy (WTE) atau pengelolaan sampah menjadi energi siap memasuki tahap tender pada pekan depan.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, menyatakan Patriot Bond senilai Rp50 triliun telah ludes terjual.
Danantara siap membangun PLTSa di Jakarta, Makassar, Bali, dan kota lain. Proyek strategis ini didanai obligasi dan akan melibatkan PLN sebagai pembeli listrik. Prioritas utama adalah daerah dengan produksi sampah tertinggi. Target minimal kapasitas adalah 1.000 ton/hari dan menghasilkan 20 MW.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, kunjungi fasilitas waste-to-energy (WtE) Weiming di Tiongkok. Jajaki kerjasama pembangunan WtE di Indonesia, serta potensi sinergi di bidang manufaktur dan riset peralatan.