Kumpulan Berita
Pertamina Patra Niaga bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menandatangani Nota Kesepahaman terkait optimalisasi penggunaan produk dalam negeri guna memenuhi kebutuhan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi nasional.
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menghadapi pertaruhan besar: bagaimana menjaga ketahanan energi nasional tanpa kehilangan momentum menuju masa depan energi yang berkelanjutan.
Potensi ladang migas dengan total nilai ekonomi sebesar Rp2,5 triliun ditemukan di kawasan transmigrasi yang terletak di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
SKK Migas bersama Conrad Asia Energy memulai tahap implementasi Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mengejar target lifting minyak yang dicanangkan Kementerian ESDM mencapai 610 ribu barel per hari pada 2026. Sejumlah sumur potensial pun yang tersebar di Indonesia dimaksimalkan sumber dayanya.
SKK Migas memastikan tidak ada lagi ruang abu-abu bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) maupun pelaku usaha yang mengabaikan pemanfaatan barang dan jasa dalam negeri.
SKK Migas beserta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) memulai program pengeboran 2026 di Wilayah Kerja (WK) Jabung.
Produksi minyak Pertamina sepanjang 2025 berkontribusi siginifikan terhadap capaian lifting nasional.