Kumpulan Berita
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara kerja industri konten digital di Indonesia.
Sejumlah tokoh keilmuan disebut pernah tumbuh dari wilayah tersebut, diantaranya Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Syekh Ahmad Mutamakkin, dan Kiai Saleh Darat.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menguasai artificial intelligence (AI) atau kecerdasan artifisial (AI) dalam pemasaran digital produk-produk mereka.
Pemanfaatan AI tersebut bertujuan mengolah dan menganalisis basis data ekspor-impor yang tersimpan di LNSW untuk menutup celah kebocoran penerimaan negara
Ancaman serupa juga terlihat dalam pengawasan konten siber oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Perkembangan teknologi voice AI yang semakin berkembang dan terhubung, sekaligus membuka peluang pertumbuhan di pasar ASEAN, terutama Indonesia.
Kecerdasan buatan (AI) berkembang begitu pesat dan mulai memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, di tengah euforia perkembangan teknologi tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai dampaknya terhadap masa depan manusia.
Diketahui, Kiai Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Sementara, Kiai Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU.