Kumpulan Berita
Pejabat AS mengatakan pesan meresahkan itu muncul di ponsel dan media sosial warga AS pada pertengahan Maret.
Tindakan itu diambil Beijing sebagai respons atas pembatasan yang diberlakukan AS terhadap media China.
AS telah memberlakukan peringatan perjalanan bagi warganya yang akan mengunjungi China.
China menyebut RUU tersebut "kejam" dan mendesak AS berhenti mencampuri urusan dalam negerinya.
O'Brien mengatakan China mempraktikkan imperialisme baru di Laut China Selatan.
Pejabat AS mengatakan kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi.
Senjata tersebut termasuk sejumlah tank tempur M1A2T Ambrams dan 250 rudal Stinger.
Duterte menuding AS menjadikan Filipina sebagai umpan untuk China.