Kumpulan Berita
Korban hilang akibat banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, ditemukan meninggal dunia pada Jumat 25 September 2026. Dengan demikian, total korban tewas akibat banjir bandang tersebut menjadi dua orang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan pencarian satu korban yang masih hilang menjadi prioritas dalam penanganan darurat bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
Puan meminta semua stakeholder mengantisipasi dan memitigasi semua potensi bencana di seluruh Indonesia.
Sementara itu, dari sisi kerusakan, BNPB mencatat sekitar 100 unit rumah terdampak. Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan.
Banjir bandang menerjang kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam.
Data resmi dari pemerintah Nepal dan China menyebutkan 848 dari korban yang masih hilang adalah warga negara asing.
Korban tewas akibat banjir bandang di Nepal dan Tibet melonjak lebih dari sepekan lalu. Kini, tercatat 1.301 orang tewas dan 5.339 orang masih hilang.