Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) melakukan injeksi likuiditas ke dalam sistem keuangan melalui pemanfaatan berbagai instrumen moneter strategis, seperti transaksi repurchase agreement (repo), valuta asing (swap), serta aksi pembelian Surat Berharga Nasional (SBN) di pasar sekunder.
Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja kegiatan dunia usaha mengalami peningkatan pada triwulan II 2026. Berdasarkan Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat sebesar 12,97%, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar 10,11%.
Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,97 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT kuartal sebelumnya yang sebesar 10,11 persen.
BI menyambut baik keputusan S&P Global Ratings (S&P) mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat BBB.
Bank Indonesia (BI) buka suara terkait dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menembus kembali level Rp18.000 per dolar AS
Cadangan devisa (cadev) tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi pada akhir Mei 2026 yang sebesar USD144,9 miliar.
Pimpinan DPR RI memanggil sejumlah petinggi Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Pemerintah hingga Bank Indonesia (BI), Senin (29/6/2026). Pemanggilan itu ditujukan untuk menggrlar Rapat Koordinasi (Rakor) pertumbuhan dan mitigasi ekonomi.
Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026.