Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) mencatat total aset keuangan syariah nasional melonjak hingga menyentuh angka Rp3.131 triliun pada kuartal II 2026, terdorong oleh laju ekspansi penyaluran pembiayaan syariah yang terus menunjukkan tren positif.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa arah percepatan digitalisasi nasional harus berorientasi pada penciptaan dampak nyata bagi perekonomian, alih-alih sekadar berfokus pada kemudahan transaksi keuangan.
BI memperluas QRIS Antarnegara ke Timor Leste dan Hong Kong. Sistem pembayaran lintas negara tersebut ditargetkan mulai diluncurkan pada tahun depan.
Aturan baru terkait tata kelola dan strategi penanganan kelebihan kas pemerintah pusat. Penempatan uang negara pada Bank Indonesia (BI) resmi dihapus.
BI masih mencetak uang Rp100.000 yang memuat tanda tangan Perry Warjiyo serta Purbaya Yudhi Sadewa.
Obligasi yang diterbitkan pemerintah pada 1998 tersebut dirancang sebagai instrumen penyelamatan sektor perbankan dan dibeli langsung oleh bank sentral.
Diskusi tertutup antara dua pimpinan otoritas fiskal dan moneter tersebut berlangsung intensif hingga memakan waktu lebih lama dari jadwal yang ditentukan.
Angka tersebut tumbuh 8,2% secara tahunan (year on year/yoy), melanjutkan pertumbuhan 8,3% pada Juli 2026.