Kumpulan Berita
Pemerintah melanjutkan stimulus bantuan pangan untuk semester II-2026 dengan total anggaran Rp18,04 triliun. Program utama yang dilanjutkan adalah bantuan pangan berupa beras.
Perum Bulog pun telah mengusulkan agar distribusi bantuan tersebut kembali dijalankan untuk periode Juni dan Juli mendatang.
Pemerintah telah menggelontorkan 100 ribu paket bantuan pangan kepada masyarakat guna menjaga stabilitas harga pangan pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini menjadi bagian dari kegiatan "Dari Istana untuk Rakyat" yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras pada Oktober dan November 2025 kepada lebih dari 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Anggaran berasal dari Kementerian Keuangan dan menggunakan data DTKSEN sebagai acuan penerima.
Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi tambahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya meningkatkan produktivitas, perluas kesempatan kerja, dan jaga daya beli masyarakat hingga akhir 2025. Anggaran masih difinalisasi.
Bapanas memastikan stok beras nasional aman meski harga naik akibat kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP). Pemerintah melakukan intervensi melalui program SPHP dan bantuan pangan untuk stabilisasi harga.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp16,02 triliun untuk anggaran 2026.
Bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram (kg) untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) siap disalurkan